Beranda

Legusa Festival adalah kegiatan yang diparkarsai oleh beberapa kelompok kesenian. Yaitu kelompok yang ada di nagari Tanjung Haro SIkabu-Kabu Padang Panjang sendiri, dan juga dari luar. Yang berbasis di nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang antara lain, Ruang Kreatif La Paloma, Sanggar Seni Puti Ambang Bulan. Dan yang dari luar ada Lembaga seni dan budaya Teraseni dari kota Padang Panjang. Legusa merupakan sebuah proyek pemberdayaan potensi seni berbasis masyarakat, berproses bersama masyarakat, kemudian merayakannya bersama-sama masyarakat.

Secara gagasan, Legusa Festival hadir untuk mendorong masyarakat nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang untuk menemukenali kembali potensi seni mereka, mendata pelaku-pelaku seni yang ada dalam masyarakat, kemudian berproses kreatif bersama. Baik itu pelaku seni musik tradisi ataupun seni musik popular, yang kemudian bekolaborasi untuk membuat karya bersama lalu dipentaskan dan dirayakan sebagai wujud ekspresi masyarakat Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang.

Proses kreatif anak nagari ini kemudian didampingi oleh seniman muda di Sumatera Barat. Mereka hadir sebagai fasilitator. Mereka akan berbagi pengalaman seputar membuat karya dengan masyarakat nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang yang tersebar di 6 jorong. Baik itu berupa komposisi musik, aransemen, komposisi tari, dan lain sebagainya.

Kegiatan ini tidak lain sebagai sebuah upaya untuk mengembalikan kesenian kepada masyarakat. Fenomena-fenomena seni yang ada di dalam masyarakat kemudian ditangkap. Lalu secara bersama dituangkan kedalam karya kolaborasi antar pelaku seni dalam masyarakat. Setelah proses dianggap selesai kemudian dipentaskan di tengah-tengah masyarakat. Maka dalam hal ini, masyarakat adalah kreator, apresiator, kritikus, dan juga sebagai sponsor kesenian, sehingga harapannya keberlangsungan ekosistem kesenian akan dapat terjaga di dalam masyarakat. Untuk itu, kesenian harus dimulai dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Kembali ke atas